Depik, Ikan Khas Danau Lut Tawar

Foto : LintasGayo.co
Danau Laut Tawar membentang luas di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Terletak di bagian timur kota takengon dan memiliki luas sekitar 5.724 ha. Danau ini merupakan sumber kehidupan sejak zaman dahulu kala, terbukti melalui temuan fosil nenek moyang orang Gayo di Loyang mendale yang terletak tak jauh dari danau. 

Selain keindahan alam, danau ini menyimpan banyak sejarah maupun legenda yang masih diyakini sampai saat ini. Cerita rakyat tentang asal usul ikan depik adalah yang paling terkenal. Alkisah dahulu, warga kecamatan Bintang mengalami panen beras yang melimpah, akibat melimpahnya beras yang tersedia warga setempat menghambur-hamburkan nasi dengan cara membuang nasi ke danau, kemudian bulir-bulir nasi tersebut menjadi ikan yang bernama ikan depik.

Ikan Depik memiliki ciri-ciri pada bagian belakang atau punggung ikan Depik berwarna hitam; tubuh ikan Depik berbentuk lonjong; bagian bawah atau bagian perut ikan Depik berwarna putih lembut. Ikan depik menambah khasanah kekayan lokal Aceh Tengah. Ikan depik adalah ikan endemik, ikan depik hanya bisa hidup di danau laut tawar. Banyak penelitian yang dilakukan untuk membudidayakan ikan depik diluar danau laut tawar agar tetap lestari. Namun sayangnya, kegagalan penangkaran ini menjadikan pernyataan mengenai ikan depik yang hanya bisa hidup di danau laut tawar semakin kuat. Ikan depik membutuhkan suhu, lingkungan dan faktor alam yang hanya bisa disediakan Danau Laut Tawar, hujan juga berperan penting karena pada saat air hujan turun maka ikan depik akan naik ke permukaan dan dapat di panen oleh masyarakat setempat

Banyak aspek yang tidak bisa didapatkan ikan depik di tempat budidaya. Hal tersebutlah yang menyulitkan pembudidayaan ikan ini, dengan memanen secara bijak menggunakan alat yang tidak merusak ekosistem akan menjaga kelestarian ikan endemik ini. Banyaknya nelayan yang menggunakan cara instan seperti menggunakan bahan kimia maupun bom akan berdampak kepada punahnya ikan endemik danau laut tawar ini. Kita sebagai manusia yang arif harus bisa menjaga kelestarian ikan depik yang ada di danau laut tawar, ikan depik adalah kebanggaan masyarakat Gayo.


Pengat ikan depik merupakan panganan khas suku Gayo yang wajib Anda coba, bayangkan suatu saat mencicipi pengat ikan depik hanya menjadi cita-cita bagi generasi selanjutnya. Oleh sebab itu, mari budayakan bijak dalam mengambil hasil alam. Jaga Danau Laut Tawar dari kerusakan, jaga ikan depik dari kepunahan. Mari berkunjung ke Aceh Tengah dan nikmati keindahan serta kearifan lokal suku Gayo. Ayo ke Gayo !



Heni Risky Yunamora adalah seorang sarjana Kedokteran Hewan Unsyah dan merupakan  Wakil II Duta Wisata Kabupaten Aceh Tengah 2017

No comments: